Mekah, Kota yang Dirindukan

Mekah adalah kota yang dirindukan setiap Muslim di seluruh dunia. Selain Allah mewajibkan setiap Muslim yang mampu untuk beribadah di kota ini dalam bentuk ibadah haji, Mekah juga memiliki daya magis tersendiri. Tarikan kota ini demikian kuat dalam setiap hati kaum Muslimin. Tanyalah setiap umat Islam mengenai keinginan dan kerinduan mereka beribadah di sana. Jawabannya hampir pasti “iya”. Tanya juga setiap umat Islam yang sudah pernah mendapat kesempatan beribadah di sana. Hampir setiap Muslim yang pernah beribadah di kota ini selalu menginginkan kembali dapat melaksanakan hal serupa.

Ada banyak sebab mengapa Mekah memiliki tarikan yang demikian kuat dalam hati setiap Muslim. Alasan pertama tentu karena Kakbah. Kakbah (kemudian berkembang menjadi satu kesatuan utuh dengan Masjidil Haram) adalah bangunan suci pertama (baitul ‘atiq) di dunia. Bangunan menyerupai kubus ini adalah perwujudan dari penghambaan dan ketaatan kepada Allah. Bangunan ini berdiri dalam bentuk fondasinya sejak Allah Swt. menurunkan risalah ketauhidan kepada manusia melalui Adam a.s., sang manusia pertama. Fondasinya yang sudah dipancangkan Adam a.s. pun kemudian diperbarui oleh Ibrahim a.s. dan Ismail a.s. hingga kemudian mewujud seperti sekarang.

Alasan lain karena Mekah merupakan pelipur rindu setiap Muslim beriman terhadap Nabi Muhammad saw. Di kota inilah teladan seluruh umat manusia itu lahir dan berjuang menegakkan Islam. Setiap Muslim yang merindukan perjumpaan dengan Nabi Muhammad dapat sedikit terobati dengan mengunjungi Kota Mekah. Mereka bisa mengetahui di tempat mana Rasulullah saw. lahir, besar, menikah, dan diangkat menjadi utusan Allah.

Kedua alasan tadi hanyalah sedikit di antara sekian banyak alasan mengapa Kota Mekah memiliki tarikan kuat terhadap setiap hati kaum Muslimin. Keseluruhan alasan tersebut bermuara pada satu hal bahwa Kota Mekah adalah kota yang diagungkan Allah. Mekah adalah kota tempat berhimpunnya karamah atau keutamaan Allah. Mekah adalah kota tempat diangkatnya derajat dan diampuninya kesalahan hamba-hamba-Nya. Di sana, orang berlomba-lomba dalam kebaikan. Kota ini adalah tempat rahmat dan rumah ibadah. Allah Swt. berfirman sebagai berikut.

“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah)manusia ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.” (QS Ali Imran, 3: 96)

Di Mekah, Allah mengharamkan makhluk-Nya menumpahkan darah, berbuat aniaya terhadap siapa pun, bahkan berburu hewan atau mencabut pepohonan. Dalam Shahih Bukhari dan Muslim, dari Abu Syuraih, diriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda sebagai berikut.

“Sesungguhnya Mekah itu diharamkan oleh Allah, bukan oleh manusia. Tidak halal bagi orang yang beriman kepada Allah dan hari Akhir untuk menumpahkan darah dan menebang pepohonan. Apabila ada seseorang beralasan dengan peristiwa penaklukan Mekah, katakan kepadanya bahwa Allah mengizinkan hal tersebut untuk rasul-Nya, bukan untuk mereka, dan karena sesungguhnya diizinkan untuk rasul-Nya juga hanya sesaat pada siang hari. Sekarang kembali diharamkan, sebagaimana sebelumnya. Yang hadir hendaknya menyampaikan kepada yang tidak hadir”. (HR Bukhari dan Muslim)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: