Nama-Nama Mekah

Sebagai kota yang diberkahi dan disucikan dengan beragam keistimewaan, Mekah memiliki beragam julukan. Penamaan ini didasarkan pada kenyataan sejarahnya atau karena disebut demikian dalam Al Quran dan hadits Rasulullah saw. Beberapa nama istimewa dan memiliki nilai sejarah tinggi dari Mekah adalah sebagai berikut.

1.       Makkah

Penamaan Mekah dengan nama ini adalah hal yang paling popular. Nama demikian sudah sangat akrab di telinga kaum Muslimin, bahkan termasuk di telinga orang non-muslim sekalipun. Penamaan Makkah atas kota ini salah satunya didasarkan pada firman Allah Swt. berikut.

“Dan Dia-lah yang menahan tangan mereka dari (membinasakan) kamu dan (menahan) tangan kamu dari (membinasakan) mereka di tengah kota Mekah sesudah Allah memenangkan kamu atas mereka, dan adalah Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS Al Fath, 48: 24)

“Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: “Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita.” Maka Allah menurunkan keterangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Al Quran menjadikan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS At Taubah, 9: 40)

2.      Bakkah

Mekah dinamai dengan sebutan ini didasarkan pada ayat Allah Swt. yang menggambarkan bahwa tempat tersebut adalah tempat yang penuh dengan berkah Allah Swt. dan menjadi petunjuk bagi seluruh manusia. Allah Swt. berfirman sebagai berikut.

“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.” (QS Ali Imran, 3: 96)

Imam Al Qurthubi menandaskan bahwa yang dimaksud dengan Bakkah adalah tempat berdirinya Baitullah. Sementara itu, yang dimaksud dengan Mekkah, menurutnya, adalah tanah haram keseluruhannya.

Ibnu Jarir Ath Thabari menegaskan bahwa yang dimaksud dengan Bakkah pada ayat tersebut adalah Mekah Al mukarramah.

3.      Ummul Qura

Penamaan Ummul Qura atas Mekah didasarkan pada firman Allah Swt. dalam Al Quran berikut ini.

“Dan ini (Al Quran) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Mekah) dan orang-orang yang di luar lingkungannya. Orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya (Al Quran) dan mereka selalu memelihara sembahyangnya.” (QS Al An’am, 6: 92)

Imam Nawawi Al Jawi, sebagaimana dikutip Abd. Adzim Irsad, berpendapat bahwa Mekah dinamakan Ummul Qura karena menjadi tujuan umat manusia untuk melaksanakan ritual haji. Umat manusia yang kumpul di tempat mulia ini diibaratkan seperti anak yang berkumpul bersama ibunya. Berkumpulnya umat manusia—dalam ritual ibadah haji dan melaksanakan aktivitas dagang—menyebabkan Tanah Haram disebut Ummul Qura.

 

4.      Al Baladul Amin

Kata yang diperuntukkan sebagai nama lain Kota Mekah ini diambil dari salah satu pernyataan Allah Swt. dalam Al Quran berikut ini.

“Dan demi kota (Mekah) ini yang aman.” (QS At Tiin, 95: 3)

Nama Al Balad juga dipergunakan Allah Swt. untuk menunjuk Kota Mekah bahkan Dia bersumpah dengan kata tersebut. Allah Swt. berfirman sebagai berikut.

“Aku benar-benar bersumpah dengan kota ini (Mekah), dan kamu (Muhammad) bertempat di kota Mekah ini.” (AS Al Balad, 90: 1-2)

Menurut Abd. Adzim Irsyad, surat At Tiin mengisyaratkan posisi Kota mekah di sisi Allah Swt. Allah memberikan jaminan khusus bagi kota suci ini. Dia bersumpah bahwa Kota Mekah adalah kota yang aman bagi siapa pun yang tinggal di dalamnya dan melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya.

5.      Al Baldah

Allah Swt. menyebut Mekah juga dengan sebutan Al Baldah. Sebutan seperti ini dapat ditemukan dalam firman-Nya berikut ini.

“Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini (Mekah) Yang telah menjadikannya suci dan kepunyaan-Nya-lah segala sesuatu, dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (QS An Naml, 27: 91)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: